Amal Seorang Hamba
“Semua orang pasti celaka kecuali yang berilmu. Yang berilmupun pasti
celaka” demikian sabda Nabi pada sahabatnya pada suatu hari “kecuali orang yang
mengamalkan ilmunya” semua sahabat beliau khusuk mendengarkan “Dan orang yang
mengamalkan ilmunyapun juga celaka” para sahabat heran dan gemetar “kecuali
orang yang ikhlas karena Allah dalam amalnya”
Tidak semua amal baik yang
kita lihat itu baik menurut Allah, karena mungkin bercampur dengan sifat diri
yang sum’ah, riya’, kibr, fakhr, hasad,’ujub,ghibah, . Tidak semua amal
solih yang kita kerjakan semerta-merta diterima di sisi-Nya, karena harus
melewati petugas imigrasi langit yang tujuh. Pantaskah kita sombong dengan amal
baik setumpuk gunung sedang riya’ laharnya, pantaskah kita berbangga
dengan amal solih selebar langit sedang hasad bintangnya kibr
mataharinya, ujub bulannya dan sum’ah awannya, pantaskah kita berkata “amalku
seluas bumi” sedang fakhr gunung-gunungnya dan ghibah
samuderanya.
Langit ke 7
Riya’
|
Langit ke 6
Suma’ah
|
Langit ke 5
Hasad
|
Langit ke 4
Ujub
|
Langit ke 3
Kibr
|
Langit ke 2
Fakhr
|
Langit ke 1
Ghibah
|
Amal solih yang dihiasi ghibah
akan tertolak di langit pertama, “stop ! lemparkanlah
amal ini ke wajah pemiliknya” ucap Malaikat, marah “orang yang punya amal ini
selalu menggunjing saudaranya” lanjutnya. Amal solih yang di dalamnya ada sifat
fakhr akan tertolak di langit kedua. “stop ! lemparkanlah amal ini ke
wajah pemiliknya” ucap Malaikat Rubail “orang yang mempunya amal ini bermegah-megahan
(menampakkan kemegahan/kemewahan agar terlihat lebih dari yang lain) atas kaumnya”. Keesokan harinya
malaikat Hafadzah membawa amal yang memancarkan cahaya dari sedekah, solat dan
puasa pemiliknya. Di langit pertama lolos di langit kedua begitu juga. Namun
tidak dilangit ketiga “stop ! lemparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya,
Tuhanku menyuruhku untuk tidak membiarkan amal seperti ini melewatiku. Pemilik
amal ini sombong terhadap yang lain”. Bentak malaikat penjaga langit
ketiga. Begitu juga seterusnya. Amal kita selalu ditolak malaikat selama amal
tersebut bersih dari penyakit hati yang tujuh ghibah, fakhr, kibr, ujub, hasad,
suma’ah dan riya’. Na’udzu billahi min dzalik.
Disarikan dari kitab Syarhu Muroqis Su’udud Tashdiq karya Syaikh
Muhammad Nawawi Albantani. Kitab tersebut merupakan kitab syarah(komentar) atas
kitab Bidayatul Hidayah Karya Syaikhul Islam Imam Ghazali