Tentang Bahagia
“Idkhalus surur
fii qolbil mu’min”
demikian sabda Nabi pada sahabatnya. Diantara amal terbaik yang paling dicinta
Allah yang dapat engkau perbuat adalah “membuat orang beriman bahagia”. Tak penting
apa jabatan kita, tak penting apa pangkat kita, tak penting apa panggilan gelar
kita. Jika kita bisa membuat orang lain tersenyum bahagia, itulah yang Allah suka
dan cinta.
Kebahagian
itu terletak di hati karena itu hadiah ilahi. Allah berfirman dalam Al-quran
kitab akhir zaman dan Ia mengabarkan.
هُوَ الَّذِي
أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ
ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ
اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
4. Dia-lah
yang Telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya
keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan
kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana,
[1394] yang
dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah
untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin topan
dan sebagainya.
Kebahagiaan
bukan soal materi melimpah-ruah karena ada kalanya itu siksa Allah
فَلَمَّا
نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا
فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ
44. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang
Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan
untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah
diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka
ketika itu mereka terdiam berputus asa.
Bahagia
itu jika Allah ridlo atas keridloan kita menjalini titah-Nya
وَالسَّابِقُونَ
الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ
رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ
الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang
pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun
ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah
kemenangan yang besar.
Kebahagiaan yang sesungguhnya melihat mereka tersenyum bahagia belajar agamanya. "hidup sekali buat berarti" demikian kata Ust. Abdul Shomad, Lc. MA



