Rumah Nabi Muhammad SAW
Belajar Sirah Nabawi
PP. Riyadul Muhtadin
Rumah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW di Madinah terletak
di pojokan Masjid
Nabawi, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan makam Nabi SAW. Dirumah itulah
Nabi Muhammad SAW hidup dalam kesederhanaan. Hanya beralaskan tanah, berdinding
tanah liat, beratapkan pelepah kurma dan hanya memiliki sedikit perabotan.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dijelakan:
" Bahwa suatu hari sayyidina Umar bin Al Khattab
pernah menemui baginda Nabi Muhammad SAW. saat itu beliau sedang berbaring di
atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma. dengan berbantalkan kulit kasar yang berisi
serabut ijuk kurma. melihat keadaan Nabi Muhammad yang seperti itu sayyidina
Umar pun menangis". " Kemudian Nabi Muhammad SAW pun bertanya:
Mengapa engkau menangis?" Sayyidina Umar Radhiallah anhu menjawab:
" Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau
adalah Rasulullah SAW,
Utusan Allah
SWT. kekayaanmu hanya seperti ini. sedangkan kisra dan raja-raja lainnya hidup
bergelimangkan kemewahan" . " Nabi
Muhammad SAW menjawab: apakah engkau tidak rela jika kemewahan itu untuk mereka
di dunia dan untuk kita di akhirat nanti?"
Jawaban Nabi Muhammad SAW menjelaskan
kesederhanaannya. Dan rumah yang berukuran panjang tidak lebih dari 5 meter,
lebar hanya 3 meter, dengan
tinggi atap sekitar 2.5 meter menjadi gambaran bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah
hidup dalam kemewahan dunia. Dalam kitab shohih adabul mufrodkarya
Imam Bukhori menyebutkan bahwa Daud Bin Qais berkata: " Saya melihat kamar
Rasulullah saw atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut,
saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta (1 hasta sama dengan
0,45 meter), saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira
tingginya antara 7 dan 8, saya berdiri dipintu aisyah saya dapati kamar ini
menghadap Maghrib (Marocco)" .





